Luy's Blog
Luy's Blog
  • Home
  • About
  • Gallery
  • Category
    • Library
    • Digital Library Marketing
    • Tentang Korea
      • Religion and Culture
      • Budget List and Packing List
  • Contact

    Perpustakaan merupakan pusat informasi yang mencakup berbagai ilmu pengetahuan yang berguna bagi pemustaka. Banyak keuntungan yang dapat di peroleh oleh siswa dan staf yang berkerja pada instansi tersebut dengan datang ke perpustakaan. Melalui perpustakan siswa dan staf yang berkerja pada instansi tersebut dapat memperoleh ilmu pengetahuan dan informasi bagi masa sekarang dan masa depan. Perpustakaan sangat penting untuk dipromosikan kepada siswa dan staf yang berkerja pada instansi tersebut, terutama kepada siswa dan guru yang membutuhkan buku referensi untuk menunjang pendidikan belajar. Meskipun perpustakaan tersebut merupakan perpustakaan sekolah, perpustakaan sekolah juga harus di perkenalkan kepada staf yang berkerja pada instansi tersebut, supaya seluruh staf dan instansi dapat menikmati layanan dan fasilitas yang ada pada perpustakaan serta mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Menurut Darmono (2007:207) promosi adalah mekanisme komunikatif persuasif pemasaran dengan memanfaat teknik-teknik hubungan masyarakat. Promosi merupakan forum pertukaran informasi antara organisasi dan konsumen dengan tujuan utama memberi informasi tentang produk atau jasa yang disediakan oleh organisasi, sekaligus membujuk konsumen untuk bereaksi terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Reaksi konsumen terhadap promosi dapat muncul dalam berbagai ragam dan bentuk, mulai dari tumbuhnya kesadaran sampai pada tindakan untuk memanfaatkannya. Promosi merupakan kegiatan penting pada suatu organisasi, apalagi organisasi yang bergerak dalam bidang usaha dan jasa.

Strategi promosi yang dilakukan oleh Perpustakaan SMA Negeri 1 1X Koto Sungai Lasi tidak berjalan dengan efektif, yang berpengaruh pada sedikitnya pengunjung yang datang ke perpustakaan ini dapat dilihat pada buku kunjungan yang ada di Perpustakaan SMA Negeri 1 1X Koto Sungai Lasi. Koleksi yang ada umumnya hanya dipakai oleh siswa dan staf yang berkerja di instansi tersebut untuk menunjang pendidikan belajar. Hal ini disebabkan karena kurangnya perhatian dari pihak sekolah dan kurangnya dana yang dialokasikan untuk kegiatan promosi serta minimnya tenaga pustakawan yang ada di Perpustakaan SMA Negeri 1 1X Koto Sungai Lasi.

Promosi yang dilakukan oleh Perpustakaan SMA Negeri 1 1X Koto Sungai Lasi selama ini terbatas pada komunikasi yang disampaikan langsung kepada siswa dan staf yang berkerja pada instansi tersebut. Kegiatan pameran juga mempromosikan dengan cara melalui komunikasi langsung kepada siswa dan staf yang mengikuti pamaeran pada 2001. Perpustakaan SMA Negeri 1 1X Koto Sungai Lasi hendaknya mempromosikan Perpustakaan SMA Negeri 1 1X Koto Sungai Lasi lebih optimal lagi dengan menggunakan berbagai macam media yang ada dan merancang strategi yang efektif dalam melaksanakan promosi.

Pemikiran Mursid (2010:95) tujuan promosi adalah banyak hal mengenai perusahaan sebaiknya diketahui oleh pihak luar, ingin meningkatkan penjualan, agar perusahaan dikenal sebagai perusahaan yang baik, ingin mengetengahkan segi kelebihan perusahaan atau produk jasa kita terhadap saingan. Sedangkan Rositter dan Percy dalam Tjiptono (2008:222) tujuan produksi adalah menumbuhkan persepsi pelanggan terhadap suatu kebutuhan atau category need, memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang suatu produk kepada konsumen (brand awareness), mendorong pemilihan terhadap suatu produk (brand purchase facilitation), menanamkan citra produk dan perusahaan (positioning).

Menurut Tjiptono, Fandy (2008:221) tujuan promosi adalah: (1) menginformasikan (informing) yaitu menginformasikan khalayak mengenai seluk beluk produk; (2) membuju pelangan sasaran (persuading) yaitu mepengaruhi khalayak untuk membeli; (3) mengigatkan (remi-ding) yaitu menyegarkan informasi yang telah diterima khalayak. Sedangkan Asri, Marwan (1991:360) tujuan kegiatan promosi yaitu (1) informing yaitu memberkan informasi selengkap-lengkapnya kepada calon pembeli tentang barang yang ditawarkan. Informasi yang diberikan dapat melalui tulisan, gambar, kata-kata; (2) persuading yaitu membujuk calon konsumen agar mau membeli barang atau jasa yang ditawarkan; (3) remeding yaitu mengigatkan konsumen tentang adanya barang tertentu yang dibuat dan dijual perusahaan tertentu dengan harga tertentu pula.

Manfaat promosi menurut (junaidi, 2008), yaitu: (a) memberi informasi, kegiatan promosi dapat berfungsi sebagai pemberi informasi kepada masyarakat luas atau pencari informasi tersebut. Promosi dapat memberikan informasi lebih banyak; (b) membujuk dan merayu, membujuk dan merayu pencari informasi dan mempengaruhinya, berfungsi sebagai alat informasi juga dapat berfungsi sebagai alat untuk membujuk dan merayu calon pencari informasi ke perpustakaan; (c) Strategi Promosi Perpustakaan di SMA 1 IX Koto Sungai Lasi – Ullya Rahman, Malta Nelisa 11 menciptakan kesan, dengan sebuah informasi pencari informasi akan mempunyai kesan tertentu terhadap produk yang dikeluarkan. Untuk itu sebuah perpustakaan berusaha untuk menciptakan suatu kesan bagi yang mencari informasi; (d) sebagai alat komunikasi, dalam melaksanakan kegiatan promosi sebuah perpustakaan secara tidak langsung telah berkomunikasi dengan masyarakat luas.

Promosi yang dilakukan oleh Perpustakaan SMA Negeri 1 1X Koto Sungai Lasi selama ini terbatas pada komunikasi yang disampaikan langsung kepada siswa dan staf yang berkerja pada instansi tersebut. Kegiatan pameran juga mempromosikan dengan cara melalui komunikasi langsung kepada siswa dan staf yang mengikuti pamaeran pada 2001. Perpustakaan SMA Negeri 1 1X Koto Sungai Lasi hendaknya mempromosikan Perpustakaan SMA Negeri 1 1X Koto Sungai Lasi lebih optimal lagi dengan menggunakan berbagai macam media yang ada dan merancang strategi yang efektif dalam melaksanakan promosi.

Menurut Mursid (2010:96) jenis-jenis promosi adalah: 

(a) Periklanan (advertising), sebagai kegiatan penawaran kepada masyarakat baik secara lansung maupun dengan pengalihan (berupa berita) tentang suatu produk, jasa, atau ide.

(b) Personal Selling, merupakan komunikasi persuasive seseorang secara individu kepada seseorang atau lebih calon pembeli dengan maksud menimbulkan permintaan.

(c) Publisitas, sejumlah informasi tentang seseorang, barang atau organisasi yang disebarluaskan ke masyarakat dengan cara membuat berita yang mempunyai arti komersial yang bersifat positif.

(d) Sales Promotion, berupa kegiatan yang dilakukan dengan peragaan, petunjuk dan pameran, demontrasi dan berbagai macam usaha yang tidak bersifat rutin.

Dalam pemikiran Sameto (2004:56-80) jenis-jenis promosi adalah: 

(a) Advertensi adalah penggunaan media komunikasi massa profesional yang dibayar untuk memberikan informasi.

(b) Reklame adalah pemasangan papan reklame di tempat-tempat yang strategis dan mudah dilihat untuk umum

(c) Pameran, pameran dimaksudkan untuk menjangkau konsumen terbatas yang hadir dalam pameran tersebut.

(d) Penerbitan Berkala

(e) Seminar, seminar melibatkan orang-orang yang berpengaruh dalam bidangnya dan biaya yang dikelurkan cukup tinggi.

(f) Donasi, pemberian donasi atau bantuan berupa uang yang dibutuhkan untuk suatu musibah nasional.

(g) Join Project, join Project adalah kerja sama antara dua atau lebih perusahaan yang bersama-sama mengadakan promosi dalam suatu objek.

(h) Poster, sticker dan flyer adalah promosi berupa lembaran tercetak.

Strategi promosi yang dilakukan oleh Perpustakaan SMA Negeri 1 1X Koto Sungai Lasi tidak berjalan dengan efektif, yang berpengaruh pada sedikitnya pengunjung yang datang ke perpustakaan ini dapat dilihat pada buku kunjungan yang ada di Perpustakaan SMA Negeri 1 1X Koto Sungai Lasi. Koleksi yang ada umumnya hanya dipakai oleh staf yang berkerja di instansi tersebut untuk menunjang pendidikan belajar. Hal ini disebabkan karena kurangnya perhatian dari pihak sekolah dan kurangnya dana yang dialokasikan untuk kegiatan promosi serta minimnya tenaga pustakawan yang ada di Perpustakaan SMA Negeri 1 1X Koto Sungai Lasi.

Menurut Tjiptono (2008:233) ada empat strategi pokok dalam strategi promosi, yaitu: (1) strategi pengeluaran promosi, adalah berapa besar dana yang alokasikan untuk melaksanakan promosi; (2) strategi bauran promosi adalah berupaya memberikan distribusi yang optimal dari setiap metode promosi; (3) strategi pemilihan media adalah cara memilih media yang tepat untuk promosi; (4) strategi copy periklanan adalah isi dari iklan yang berfungsi menjelaskan manfaat produk dan memberi alasan kepada pembacanya mengapa harus membeli produk tersebut.

Mempersiapkan dan merancang strategi promosi dengan baik maka siswa-siswa bisa menjadi tertarik dan akan menumbuhkan minat untuk berkunjung ke Perpustakaan SMA Negeri 1 1X Koto Sungai Lasi. Jadi, promosi sangat berperan terhadap pengunjung serta perkembangan sebuah perpustakaan dari waktu ke waktu. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di Perpustakaan SMA Negeri 1 1X Koto Sungai Lasi penyebab tidak berjalan efektifnya strategi promosi perpustakaan adalah karena berbagai kendala yang ada.

 

 



Pelayanan Perpustakaan di Masa Pandemi di Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Gedung Pusat Perpustakaan, BERITA UIN Online – Seiring dengan dimulainya perkuliahan bagi mahasiswa baru program S1, S2, dan S3 tahun akademik 2021/2022, Pusat Perpustakaan (Pustaka) UIN Jakarta melakukan sosialisasi mengenai layanan pemanfaatan buku selama masa pandemi Covid-19.

Segala aktivitas Layanan Umum di Pusat Perpustakaan, tutup mulai tanggal yang sudah dicantumkan di atas. Namun demikian, akses layanan perpustakaan tetap dapat dinikmati melalui layanan koleksi digital yang bisa diakses oleh sivitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diantaranya, onesearch.uinjkt.ac.id, repository.uinjkt.ac.id, tulis.uinjkt.ac.id, melalui website Pusat Perpustakaan. (R)

 Sosialisasi dilakukan secara virtual pada 7-8 September 2021 menggunakan platform Zoom dan live streaming Youtube.

“Sosalisasi ini bertujuan agar para mahasiswa baru mengenal Pustaka UIN Jakarta meskipun pelayanannya dilakukan secara daring,” kata Kepala Pustaka, Amrullah Hasbana, kepada BERITA UIN Onlinedi di Gedung Perpus, Selasa (7/9/2021).

Namun, selain dalam bentuk dan teknik pelayanan, sosialisasi Pustaka juga memberikan tambahan pengetahuan lain berupa wawasan mengenai dunia perbukuan dan kepenulisan serta perpustakaan fakultas.

Kepala Pusat Perpustakaan UIN Jakarta Amrullah Hasbana

Amrullah mengatakan, acara sosialisasi berlangsung selama dua hari secara bergelombang. Hal itu mengingat adanya keterbatasan kapasitas ruang Zoom Meeting dan waktu pelaksanaan.

“Hari pertama ini saja terdapat 1.000 mahasiswa yang bergabung dari total sekira 7.000 mahasiswa baru. Karena adanya keterbatasan kapasitas ruang tersebut, selebihnya kita fasilitasi melalui kanal Youtube,” ujarnya.

Sedangkan dari segi waktu, lanjut Amrullah, acara dibatasi hingga pukul 12.30 WIB. Pembatasan waktu di antaranya mempertimbangkan keberadaan mahasiswa di wilayah Indonesia bagian tengah (Witeng) dan timur (WIT).

Sosialisasi diisi oleh sejumlah narasumber, baik dari internal Pustaka maupun undangan.  Mereka adalah Ahmad Fuadi (penulis novel Negeri 5 Menara dan enterpreuner muda), Lilik Istiqoriyah (Koordinator layanan Pemustaka Perpus), Ulpah Andayani (Koordinator layanan Teknis Perpus), Heriyanto (Dosen Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro Semarang), dan Lolytasari (Kepala Perpustakaan Fakultas Kedokteran/Fakultas Ilmu Kesehatan).

Sementara itu, menurut Lilik Istiqoriyah, Pustaka UIN Jakarta saat ini memiliki sejumlah koleksi buku dan referensi, baik secara fisik maupun digital. Koleksi tercetaknya mencapai 45.231 eksemplar buku dan referensi dengan 41.721 judul serta dalam bentuk E-Resources terdapat 600 judul.

“Koleksi lainnya berupa serial dan berbentuk multimedia audio-video,” katanya.

Selama masa pandemi, layanan Pustaka buka setiap hari kerja pada Senin-Jumat pukul 09.00-16.00 WIB. Layanan langsung diberikan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan peminjaman buku tidak untuk dibaca di tempat.

Selama masa pandemi, mahasiswa juga dapat mengakses layanan secara daring dengan mengujungi laman Pustaka UIN Jakarta di http://perpus.uinjkt.ac.id. (ns)




Pelayanan Perpustakaan Pada Masa Pandemi Covid-19 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

Pelayanan Perpustakaan Jarak Jauh secara Daring (Online)

Di masa pandemi Covid-19, dimana seluruh aktivitas pembelajaran dilakukan secara jarak jauh menyebabkan mahasiswa, dosen dan sivitas akademika lainnya di lembaga pendidikan tinggi sudah tidak dapat memanfaatkan koleksi fisik yang ada di perpustakaan. Namun meski demikian mereka tetap memiliki hak untuk memperoleh layanan perpustakaan beserta sumber informasi dan referensi untuk membantu proses pembelajaran. Sebagaimana yang dituangkan dalam standar Associaton of College and Research Libraries (ACRL) terkait pelayanan perpustakaan jarak jauh bahwa perpustakaan perguruan tinggi harus dapat memenuhi informasi dan kebutuhan penelitian bagi semua pengguna di mana pun mereka berada. (ACRL, 2006). Selain itu mereka harus tetap dapat berhubungan dan berkomunikasi dengan pustakawaan dan petugas perpustakaan terkait pemenuhan kebutuhan informasi meski dilakukan secara daring (online). Dengan demikian perpustakaan perlu menyusun dan menciptakan layanan agar informasi dan sumber referensi yang dibutuhkan untuk dapat diakses dengan mudah dan murah oleh seluruh sivitas akademika. Menyikapi hal tersebut, Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah merumuskan pelayanan selama masa pandemi Covid-19 sebagai berikut:

Penelusuran dan Pemanfaatan Bahan Pustaka Elektronik

Informasi, koleksi dan sumber referensi merupakan salah satu sumber daya utama yang dimiliki perpustakaan. Saat ini dengan kemajuan teknologi informasi yang terus berkembang pesat, informasi dan koleksi tidak hanya tersedia dalam bentuk printed (tercetak namun juga tersedia dalam berbagai format (digital) untuk memudahkan pengguna mengakses dan memafaatkannya dengan menggunakan berbagai perangkat elektronik. Association of College and Research Libraries (ACRL) dalam standar pelayanan perpustakaan jarak jauh mengemukakan bahwa lembaga perguruan tinggi bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pengguna yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh memiliki akses ke bahan pustaka yang setara dengan yang disediakan di lingkungan kampus. Dengan demikian, lembaga perpustakaan harus menyediakan akses langsung yang nyaman terhadap bahan pustaka dalam format yang sesuai serta memiliki kualitas, kedalaman, jumlah, cakupan, yang memadai dan terjangkau oleh semua dalam hal (ACRL, 2016):

1. Memenuhi semua kebutuhan mahasiswa dalam penyelesaian tugas

2. Memperkaya program akademik;

3. Memenuhi kebutuhan pengajaran dan penelitian;

4. Mendukung kebutuhan kurikulum;

5. Memfasilitasi perolehan keterampilan belajar seumur hidup;

6. Mengakomodasi mahasiswa dengan berbagai tingkat akses teknologi (mis. bandwidth rendah);

7. Mengakomodasi kebutuhan informasi lain dari komunitas pembelajaran jarak jauh yang sesuai.

 

Selanjutnya dikemukakan bahwa perpustakaan harus memastikan penyediaan kebutuhan sumber daya elektronik dan cetak untuk memenuhi kebutuhan pengguna ( (ACRL, 2016). Berkenaan dengan hal tersebut, Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah melanggan sejumlah koleksi elektronik yang terdiri dari e-journal dan e-book dari beberapa penerbit diantaranya Ebsco dan Cambridge. Langganan ini berlangsung selama 1 (satu) tahun pada tahun 2017. Meski belum diperpanjang lagi, sampai saat ini pengguna masih dapat mengakses sejumlah koleksi elektronik yang telah dilanggan tersebut melalui website perpustakaan (lib.uinsgd.ac.id), namun koleksi tersebut baru terbatas pada subjek sosial dan humaniora. Sedangkan untuk subjek yang lain Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati belum memiliki koleksi elektronik yang memadai untuk dapat diakses oleh pengguna. Sumber referensi yang mencakup semua subjek masih didominasi bahan pustaka fisik. Saat ini tercatat koleksi fisik Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djti Bandung berjumlah 51.171 judul, 104.619 eksemplar yang terdiri dari koleksi sirkulasi, referensi, majalah, jurnal tercetak, dan koleksi tandon.

Gambar 1. Jumlah judul dan eksemplar koleksi Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Untuk mengantisipasi keterbatasan koleksi eelktronik, Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung saat ini lebih menekankan pemanfaatan koleksi dan sumber-sumber referensi elektronik yang dapat diakses secara gratis diantaranya koleksi e-resources Perpustakaan Nasional RI, Koleksi Indonesia One Search (IOS), Directory Open Access Journal (DOAJ) dan Directory Open Access Book (DOAB) dan database lainnya yang dapat diakses secara terbuka (open access). Informasi tersebut diharapkan dapat bermanfaat dalam mengatasi keterbatasan sumber referensi dalam menunjang proses pembelajaran bagi mahasiswa terlebih lagi dalam penyusunan/penulisan karya ilmiah, dan tugas akhir.

Layanan Literasi informasi

Di era digital seperti sekarang ini, dengan berkembangnya sarana teknologi komunikasi, masyarakat dengan mudah dapat mengakses berbagai ilmu pengetahuan melalui media teknologi komunikasi. Semua kebutuhan informasi telah tersedia untuk memenuhi berbagai kebutuhan termasuk dunia pendidikan, berbagai informasi dan pengetahuan dapat dengan mudah diperoleh. Namun tidak semua informasi dan pengetahuan tersebut dapat digunakan dan relevan dengan kebutuhan. Disinilah diperlukan penguasaan literasi informasi untuk mengetahui secara cermat kapan informasi dibutuhkan, bagaimana memilah informasi dan bagaimana menggunakan informasi tersebut secara efektif.

Literasi informasi didefinisikan sebagai: The set of integrated abilities encompassing the reflective discovery of information, the understanding of how information is produced and valued, and the use of information in creating new knowledge and participating ethically in communities of learning. ((ACRL) T. A., 2015). Dengan menguasai literasi informasi manfaat yang diharapkan diantaranya; membantu seseorang dalam mengambil keputusan, menjadi manusia pembelajar sepanjang hayat dan membantu dalam penciptaan pengetahuan baru (Dzulikram, 2013).

Ditengah pembatasan sosial seperti saat ini, literasi informasi lebih ditekankan pada literasi digital yaitu pengetahuan, keterampilan, dan perilaku efektif yang digunakan untuk belajar, hidup, bekerja, berkomunikasi, beradaptasi, dan bermain; dan untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, berbagi, dan membuat konten dalam jaringan dinamis teknologi informasi (ACRL, 2016). Literasi digital ini mencakup tiga kemampuan yaitu kompetensi pemanfaatan teknologi, memaknai dan memahami konten digital serta menilai kredibilitasnya juga bagaimana membuat, meneliti dan mengkomunikasikan dengan alat yang tepat (Sense, 2009). Di tengah kemajuan teknologi informasi saat ini, penguasaan literasi digital menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Oleh karena itu disamping memenuhi berbagai kebutuhan informasi, pengajaran, dan menyediakan akses informasi, perpustakaan berperan dalam membimbing pengguna untuk dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, untuk digunakan dalam pembelajaran melalui media teknologi informasi. Perpustakaan perlu merancang kurikulum dan pelatihan-pelatihan literasi ini kepada mahasiswa secara terstruktur sejalan dengan kebutuhan pembelajaran di perguruan tinggi sejak mahasiswa menginjak bangku perkuliahan, sampai dengan penulisan tugas akhir, bahkan hingga mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja.

Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah melaksanakan program literasi informasi bagi mahasiswa baru. Program literasi berupa pengenalan layanan perpustakaan dan layanan penelusuran dan pemanfaatan bahan pustaka dan referensi secara umum untuk menunjang pembelajaran. Program pengenalan layanan perpustakaan telah dilakukan sejak tahun 2017 hingga tahun 2019 yang dilakukan secara klasikal. Jumlah kelas ditentukan berdasarkan fakultas dan prodi yang ada. Petugas yang menyampaikan materi pengenalan pelayanan perpustakaan ini adalah seluruh pustakawan. Sementara itu program literasi informasi lanjutan yang merupakan pelatihan mengenai keterampilan penelusuran informasi elektronik terutama bagi mahasiswa tingkat akhir pernah dilaksanakan pada tahun 2017 sebanyak 2 sesi pertemuan. Pada tahun 2018 sampai sekarang program ini belum dilaksanakan kembali disebabkan terbatasnya SDM perpustakaan.

Gambar 2 . Jumlah Sesi Literasi Informasi Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 207-2019

Terkait masa Pandemi Covid-19, peningkatan pelayanan literasi digital penting untuk dilakukan, mengingat saat ini koleksi elektronik menjadi sumber yang paling diandalkan bagi mahasiswa. Meski demikian, Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung belum merancang sesi pelatihan digital khusus bagi mahasiswa. Sementara ini perpustakaan baru menyusun beberapa panduan penelusuran sumber referensi bagi pengguna. Ditambah lagi saat ini Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah memiliki repositori yang telah menghimpun berbagai karya ilmiah sivitas akademika dan dapat diakses di alamat: digilib.uinsgd.ac.id. Repositori ini diharapkan menjadi salah satu sumber referensi utama yang mudah dan murah untuk diakses dan dimanfaatkan oleh seluruh sivitas akademika (mahasiswa dan dosen). Saat ini jumlah karya ilmiah yang terhimpun di repositori UIN Sunan Gunung Djati Bandung berjumlah 16.374 karya ilmiah yang terdiri dari tugas akhir mahasiswa dan karya ilmiah dosen berupa buku, artikel jurnal, proseeding, makalah seminar dan worshop, dan modul perkuliahan yang semuanya disajikan secara terbuka dan full text (Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2020).

Gambar 3. Statistik Pemanfaatan Repositori UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Berdasarkan data statistik diatas, meskipun pemanfaatan repositori ini belum disosialisasikan secara menyeluruh kepada mahasiswa, namun pemanfaatan repositori sejak Januari sampai April 2020 menunjukkan peningkatan. Jumlah karya ilmiah yang diunduh oleh mahasiswa berjumlah 3.522.632 kali dan meningkat setiap bulannya seiring dengan bertambahnya jumlah karya ilmiah yang diunggah. Perpustakaan telah mensosialisasikan panduan untuk mengunggah dan memanfaatkan karya ilmiah di repositori kepada sivitas akademika dengan harapan pemanfaatan repositori ini dapat lebih optimal lagi. Selain itu program pelatihan khusus yang belum terselenggara khususnya di masa pandemi Covid-19 ini perlu diupayakan agar mahasiswa dapat lebih banyak mengakses dan memanfaatkan sumber referensi untuk menunjang proses pembelajaran..

Continuing Professional Development

Pengembangan profesi berkelanjutan (Continuing Professional Development) bagi SDM perpustakaan terutama pustakawan perguruan tinggi merupakan salah satu upaya penting dalam menyelaraskan pelayanan dengan kebutuhan pengguna yang terus berkembang. Pengembangan profesi berkelanjutan (Continuing Professional Development) diartikan sebagai upaya untuk dapat melihat kekuatan dan kelemahan seseorang berdasarkan keterampilan yang telah dimiliki untuk kemudian merencanakan keterampilan apa saja yang ingin dikembangkan (Brine, 2004). Sedangkan tujuan dari pengembangan SDM perpustakaan adalah dalam rangka memastikan perpustakaan perguruan tinggi memiliki serangkaian keretampilan (skill) yang dibutuhkan untuk memajukan perpustakaan ditengah lingkungan yang serba dinamis (Mossop, 2013).

Dalam Pasal 7 ayat 1 Undang-Undang No 43 tahun 2007 tentang perpustakaan yang pada salah satu butirnya menyatakan bahwa “Pemerintah berkewajiban membina dan mengembangkan kompetensi, profesionalitas pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan. Selanjutnya pada pasal 33 ayat 1 Undang-Undang no 43 tahun 2007 tentang perpustakaan menyebutkan bahwa: Pendidikan untuk pembinaan dan pengembangan tenaga perpustakaan merupakan tanggung jawab penyelenggara perpustakaan. Pada ayat 2 disebutkan bahwa: “Pendidikan untuk pembinaan dan pengembangan tenaga perpustakaan yang dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui pendidikan formal dan non formal” Berdasarkan Undang-Undang tersebut maka pendidikan dan pengembangan bagi SDM yang terdiri dari pustakawan dan tenaga  teknis perpustakaan perlu terus dilakukan dan dapat dilaksanakan sesuai dengan situasi dan konsidi yang dibutuhkan.

Berdasarkan uraian diatas, maka dalam kondisi apapun pengembangan SDM tetap dapat dilakukan terlebih di masa pandemi seperti saat ini. Pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan perlu cepat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi serta dituntut untuk kreatif menciptakan dan merumuskan pelayanan yang sesuai dalam kondisi yang serba terbatas. Dalam standar pelayanan perpustakaan jarak jauh ACRL mengemukakan bahwa pustakawan dan SDM perpustakaan dimasa pembatasan sosial ini diharapkan dapat (ACRL, 2016);

1. Menyiapkan atau merevisi kebijakan pengembangan koleksi dan akuisisi sesuai kebutuhan;

2. Memastikan penyediaan kebutuhan sumber daya elektronik dan cetak;

3. Mengembangkan metode untuk mengirimkan bahan dan layanan perpustakaan kepada pengguna;

4. Memastikan bahwa layanan yang diperlukan dan telah diidentifikasi dalam proses perencanaan diberikan kepada pengguna;

5. Mempromosikan layanan perpustakaan kepada pengguna

Saat ini program pelatihan dan pertemuan ilmiah bagi pengembangan profesi pustakawan dapat dilakukan secara daring (online). Dengan matode ini pustakawan dapat menggunakan aplikasi dan platforn yang banyak tersedia dan dapat dimanfaatkan melalui berbagai media komunikasi seperti laptop dan handphone sebagai sarana pertemuan ilmiah yang mudah dan murah. Sebagai pemeran utama layanan perpustakaan perguruan tinggi, pustakawan tentu harus sudah terbiasa menggunakan berbagai platform tersebut untuk digunakan dalam rangka berbagi dan memperoleh ilmu pengetahuan seperti lokakarya, workshop online dan webinar. Platform seperti ini sudah banyak tersedia seperti Skype, Zoom yang semuanya terhubung melalui jaringan internet dan sangat relevan digunakan dalam proses pembelajaran dan peningkatan kualitas profesi pustakawan. Selain workshop dan webinar, banyak hal lain yang bisa dilakukan oleh pustakawan diantaranya diskusi online yang sangat bermanfaat dalam memberikan maupun memperoleh informasi seputar layanan perpustakaan.

Meskipun belum seluruh pustakawan dan tenaga teknis Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dapat memanfaatkan sarana pertemuan daring (online) disebabkan keterbatasan sarana dan prasarana, penyebaran informasi mengenai berbagai pelatihan maupun workshop online terus disampaikan untuk mendorong mereka agar dapat menerima dan berbagi ilmu pengetahuan. Beberapa pustakawan UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah memanfaatkan kondisi pandemi Covid-19 ini dengan mengikuti workshop dan webinar tentang perpustakaan dan kepustakawanan yang diselenggarakan oleh asosiasi perpustakaan dan pustakawan perguruan tinggi baik dalam skala wilayah maupun skala nasional. Keikutsertaan pustakawan dalam kegiatan pengembangan profesi diharapkan dapat memotivasi diri untuk mengembangkan program serupa di lingkungan internal UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan diharapkan dapat diikuti oleh seluruh SDM perpustakaan.

 


Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta

Layanan Perpustakaan 

    Perpustakaan sebagai penyedia informasi bagi masyarakat dan pemustaka dalam masa pandemi tetap harus bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Situasi dan kondisi dimasa pandemi yang berbeda dengan sebelum pandemi. Pada masa pandemic dimana masyarakat diharuskan melakukan aktivitas dari rumah, termasuk belajar/kuliah dari rumah, akan merubah metode pelayanan perpustakaan yang semula dilakukan secara langsung. Pelayanan perpustakaan harus dilakukan secara online, baik pelayanan sumber informasi maupun pelayanan administrasi. Menurut Lisda Rahayu (2014), hakikat layanan perpustakaan adalah penyediaan segala bentuk bahan pustaka secara tepat dan akurat sesuai kebutuhan pemustaka penyediaan berbagai sarana penelusuran informasi. Selain menyediakan bahan pustaka yang dibutuhkan pemustaka, perpustakaan juga harus menyediakan sarana temu balik yang dapat memudahkan pemustaka untuk mencari bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan informasinya.

    Salah satu unsur utama untuk melihat baik buruknya perpustakaan dapat diketahui dari kualitas pelayanannya. Oleh karena itu kualitas pelayanan di perpustakaan menjadi unsur utama yang harus diperhatikan. Pemustaka yang puas terhadap layanan yang diberikan oleh petugas perpustakaan akan menjadikan citra positif bagi perpustakaan. Sebaliknya pemustaka yang tidak puas dengan layanan yang diberikan perpustakaan akan mengakibatkan citra negative bagi perpustakaan.Berikut ini akan dibahas berbagai jenis layanan di perpustakaan yang dapat dilakukan secara online:

1. Layanan Penelusuran Online

    Layanan penelusuran online disediakan untuk mempermudah pemustaka dalam mencari informasi dan bertanya langsung kepada pustakawan yang bertugas di layanan online. Layanan penelusuran online ini biasanya menjadi salah satu menu yang ada di website perpustakaan. Layanan penelusuran online memberikan informasi tentang koleksi-koleksi yang dimiliki perpustakaan. Melalui penelusuran online pemustaka dapat menelusuri informasi yang diperlukan dari manapun dan kapanpun. Sumber informasi online yang pertama kali dikenal adalah katalog perpustakaan (OPAC). Setelah catalog kita mengenal internet serta  database-database  yang memuat informasi tertentu.  OPAC menyediakan informasi mengenai koleksi yang dimiliki oleh institusi, meskipun saat ini ada juga modifikasi untuk memberikan tautan ke sumber informasi yang ada di internet maupun sumber  online  lain. Internet juga merupakan sumber informasi yang cukup berguna walaupun tidak menjanjikan dapat memperoleh informasi sesuai yang kita inginkan. Sedang database online yang tersedia banyak sekali ragamnya baik berbayar ataupun gratis.

2. Layanan E-Resources

      Untuk menunjang keberhasilan dan kesuksesan kegiatan pendidikan dan pembelajaran di semua jenjang pendidikan, baik perpustakaan sekolah, maupun perpustakaan perguruan tinggi harus menyediakan koleksi baik cetak maupun elektronik (e-resources). Koleksi cetak berupa buku, majalah, jurnal, surat kabar, peta, koleksi grey literature seperti skripsi, tesis, disertasi, prosiding, makalah dan bentuk koleksi cetak lainnya. Sedangkan koleksi elektronik yang dimiliki berupa buku elektronik (ebook), jurnal elektronik (e-journal) baik yang dilanggan maupun yang diterbitkan institusi boleh diakses secara bebas (open access). Pada saat ini, sumber informasi elektronik sangat diperlukan untuk menunjang pembelajaran online. Pemustaka dapat mengakses sumber informasi elektronik dari manapun dan kapanpun asal memiliki jaringan internet. Sumber informasi elektronik yang dimiliki perpustakaan ada yang bisa diakses oleh semua orang dan ada juga yang terbatas bagian-bagian tertentu saja.

3. Layanan Repositori

    Merupakan sebuah arsip online untuk mengumpulkan, melestarikan, dan menyebarluaskan salinan digital karya ilmiah-intelektual dari sebuah lembaga/institusi. Repositori institusi juga bisa diartikan sebagai tempat penyimpanan dan penyebarluasan informasi atau materi yang diterbitkan oleh  institusi  induknya. Layanan repositori institusi di perguruan tinggi berupa layanan informasi tugas akhir mahasiswa, baik jenjang sarjana maupun pasca sarjana dan tugas akhir dosen yang selesai tugas belajar/karya siswa kemudian diserahkan ke perpustakaan. Layanan repository institusi ini ada yang bersifat open access (terbuka untuk semua orang) dan ada yang bersifat close access (terbatas khusus anggota atau sivitas akademika tertentu). Untuk layanan open access pemustaka dapat memperoleh informasi secara full text, sedangkan layanan close access, pemustaka hanya dapat mengakses karya repository terbatas abstraknya saja atau hanya bagian-bagian tertentu tidak bisa full text.

4. Layanan Digital Library

    Upaya mencegah penyebaran penularan virus Covid 19 dalam dunia pendidikan, kegiatan belajar mengajar di sekolah dan perkuliahan di perguruan tinggi dilaksanakan secara online atau daring. Dalam rangka menyediakan sumber-sumber informasi yang dibutuhkan dalam pembelajaran dan perkuliahan diperlukan sumber-sumber informasi yang dapat diakses secara online. Sumber-sumber informasi online tersebut dikenal dengan sumber informasi digital. Melalui sumber informasi digital ini, pemustaka dapat mengakses koleksi digital yang dimiliki perpustakaan dari mana saja dan kapan saja. Perpustakaan digital atau digital library (Saleh, 2014) adalah organisasi yang menyediakan sumbersumber dan staf ahli untuk menyeleksi, menyusun, menyediakan akses, menerjemahkan, menyebarkan, memelihara kesatuan dan mempertahankan kesinambungan koleksi-koleksi dalam format digital sehingga selalu tersedia dan murah untuk digunakan komunitas tertentu atau ditentukan. Berdasarkan pengertian tersebut, perpustakaan digital selain harus menyediakan sumber informasi digital juga harus menyediakan petugas yang ahli dalam mengelola koleksi digitalnya agar dapat dimanfaatkan secara terus menerus oleh pemustaka.

5. Layanan Cek Plagiasi Online

    Perpustakaan menyediakan software turnitin dan Ithenticate untuk mengecek karya tulis mahasiswa dosendan pustakawan. Setiap mahasiswa yang menyusun tugas akhir, harus melakukan pengecekan karyanya bebas dari plagiasi di perpustakaan. Dosen dan pustakawan yang ingin mengecekkan karya tulisnya juga bisa di perpustakaan secara gratis. Jika sebelum pandemi pengecekan dilakukan secara langsung dengan datang ke perpustakaan, namun pada masa pandemi dilakukan secara online melalui email. File karya tulis dikirimkan ke email perpustakaan, kemudian petugas akan mengecek tingkat plagiasi karya tulis tersebut menggunakan software yang ada di perpustakaan. Hasil pengecekan akan dikirimkan melalui email ke yang bersangkutan. Untuk syarat kelulusan atau wisuda berlaku syarat-syarat tertentu yang sudah disosialisasikan melalui wesite perpustakaan dan buku panduan perpustakaan.

6. Layanan Bebas Pustaka Online

    Mahasiswa yang akan wisuda, pindah kuliah ataupun yang mengundurkan diri diwajibkan menyerahkan Surat Keterangan Bebas Perpustakaaan. Surat keterangan ini bisa diperoleh setelah mahasiswa memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat untuk mahasiswa yang akan wisuda, harus menyerahkan file tugas akhir yang telah disyahkan, tidak memiliki pinjaman buku, tidak memiliki denda keterlambatan pengembalian buku, menyerahkan buku sumbangan. Sedangkan untuk mahasiswa yang akan pindah kuliah atau mengundurkan diri cukup dua syarat yaitu tidak memiliki pinjaman buku, tidak memiliki denda keterlambatan pengembalian buku. Pelayanan bebas pustaka pada masa pandemi dilakukan secara online melalui email perpustakaan. Mahasiswa yang akan mengurus Surat Keterangan Bebas Perpustakaaan tetapi masih mempunyai pinjaman buku dan denda, bisa mengirimkan buku yang dipinjamnya melalui jasa pengiriman, seperti gosend, JNE, kantor pos dan lain-lain. Pembayaran denda keterlambatan pengembalian buku bisa ditransfer ke rekening yang sudah ditentukan. Pengumpulan file tugas akhir dilakukan melalui email perpustakaan. Sedangkan sumbangan buku pada masa pandemi ditiadakan, kecuali bagi mahasiswa yang sudah terlanjur menyerahkan tetap diterima dan diproses lebih lanjut.

7. Tutorial Online

      Perkuliahan yang dilakukan secara online, pasti memerlukan sumber-sumber informasi secara online. Oleh karena itu, untuk memberikan petunjuk dan kemudahan bagi pemustaka dalam mengakses sumber-sumber informasi elektronik perpustakaan perlu membuat petunjuk/panduan berupa Tutorial onlne. Tutorial online ini berupa petunjuk cara mengakses sumber-sumber informasi yang ada di perpustakaan. Sumber informasi di perpustakaan berupa e-journal, e-book, e-tugas akhir. Adanya panduan berupa tutorial online diharapkan pemustaka tidak lagi kesulitan untuk mengakses sumber informasi yang diperlukan.

8. Literasi Informasi Online

      Literasi informasi bagi pemustaka sangat diperlukan untuk memperlancar dalam pencarian dan pemanfaatan sumber informasi yang dibutuhkan. Literasi informasi yang bisa disajikan perpustakaan kepada pemustaka secara online ada beberapa macam. Misalnya pengenalan perpustakaan kepada anggota baru/siswa baru/mahasiswa baru, literasi tentang penelusuran sumber informasi, literasi tentang pemanfaatan sumber-sumber informasi, literasi tentang publikasi karya ilmiah, literasi tentang pengecekan plagiasi, dan sebagainya. Literasi secara online bisa dilakukan dengan menggunakan aplikasi Zoom meeting, Google Hangouts Meet, GoToMeeting, FreeConference dan aplikasi lainnya.

9. Webinar

     Pada masa pandemi dimana pertemuan langsung dengan banyak orang harus dikurangi, sehingga webinar menjadi sarana yang tepat dan praktis untuk menyelenggarakan seminar, pelatihan, workshop secara online. Selain praktis penyelenggaraan webinar juga sangat ekonomis dan mampu menjangkau semua wilayah yang sudah memiliki jaringan internet. Panitia, pemateri dan peserta yang masing-masing beda di tempat tidak menjadi kendala. Biasanya yang menjadi kendala adalah jaringan yang kurang lancar dan listrik yang padam. Perpustakaan bisa menyelenggarakan kegiatan webinar kapan saja dan dari mana saja. Persiapan webinar juga lebih cepat dan praktis, tidak seperti jika penyelenggaraan langsung. Webinar hanya perlu host yang bertugas mengatur dan memandu pelaksanaan webinar, pemateri yang akan memberikan materi secara online, peserta yang tergabung dalam webinar dari lokasi masing-masing dan jaringan listrik dan internet.

10. Konsultasi Perpustakaan & Kepustakawanan Online

    Konsultasi kepustakawanan pada masa pandemi bisa dilakukan melalui whatshap, sms, telpon, email maupun chatting. Pustakawan bisa melayani konsultasi sepanjang waktu, tidak terbatas pada jam kerja. Kalau konsultasi langsung hanya bisa dilakukan pada saat jam kerja, maka konsultasi online bisa dilakukan  kapan saja dan dimana saja. Konsultasi online ini meliputi konsultasi akses informasi elektronik, konsultasi pelayanan administrasi, konsultasi penyusunan tugas akhir, konsultasi kepustakawanan seperti penyusunan Dupak dan sebagainya.


Perpustakaan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta


Tahukah anda dimana korea berada..? Korea  terletak di semenanjung Korea bersama dengan Korea Utara, korea juga bersebelahan dengan Cina dan Jepang. Dibagian utara terletak sungai Amnokgang dan Dumangang, yang membatasi dengan daerah Manchuria. Bagian timur Dumangang sepanjang 16km juga menjadi batasan dengan Rusia. Bagian barat Semenanjung Korea dibatasi oleh Teluk Korea di bagian utara dan Laut Barat di bagian selatan, di mana pantai timur menghadap Laut Timur.

Ada sekitar 3000 pulau yg termasuk dalam teritorial Korea. Pulau-pulau tersebut paling banyak terletak di pantai barat dan selatan, dan hanya sedikit yang ada di daerah Pantai Timur. Ulleungdo, pulau terbesar di Pantai Timur, merupakan pusat perikanan terbesar seperti pulau Dokdo. Pulau yg lebih besar lagi adalah termasuk Jejudo – yg terbesar, Geojedo, Ganghwado, and Namhaedo.

Sampai abad 11, teritorial Korea meliputi sebagian besar Manchuria, tetapi sejak abad 15, karena perang berkepanjangan dengan Cina, Korea bergeser ke arah selatan, dan sungai Amnokgang dan Dumangang menjadi perbatasan permanen antara Korea dan Cina. Di akhir Perang Dunia II, semenanjung Korea terbagi menjadi daerah utara yang diduduki oleh kekuasaan Soviet dan daerah selatan yang diduduki oleh kekuasaan Amerika. The boundary between the two zones was the 38th parallel. Pada tahun 1953, di akhir Perang Korea, ditarik garis batas baru yang disebut Demilitarized Zone (DMZ), sebuah daerah selebar 4 km sebagai daerah gencatan senjata, yang memanjang dari pantai timur sampai pantai barat sepanjang 241 kilometer.

Ada tiga tingkat unit administrasi di Korea Selatan. Daerah tingkat pertama termasuk tujuh kota metropolitan dan sembilan provinsi (do). Kota metropolitan adalah daerah urban yang mempunyai populasi lebih dari satu juta. Seoul, ibukota Korea Selatan, adalah daerah pusat urbanisasi terbesar, terdiri dari 10 juta penduduk. Busan adalah kota kedua terbesar, dengan populasi lebih dari 4 juta. Daegu, Incheon, Gwangju, Daejeon dan Ulsan, terurut dari terbesar sampai terkecil, masing-masing berpenduduk lebih dari 1 juta orang.

Seoul adalah ibu kota Korea Selatan yang berusia lebih dari 600 tahun dan hingga 1945, ibu kota dari seluruh Korea. Kota ini merupakan Kota Khusus Korea. Sejak berdirinya Republik Korea lebih dikenal dengan nama Korea Selatan pada tahun 1948, dia menjadi ibu kota negara, kecuali beberapa waktu pada masa Perang Korea. Korea Selatan merupakan salah satu negara di kawasan Asia Timur yang dijuluki sebagai “Negeri Ginseng”. Korea Selatan memiliki kekayaan alam melimpah, budaya dan tradisi yang kental serta seni dan hiburan yang mengagumkan. Tak heran jika banyak wisatawan tertarik untuk menjelajahi berbagai tempat wisata di Korea Selatan. 

Seoul terletak di barat laut negara, di bagian selatan DMZ Korea, di Sungai Han. Kota ini adalah pusat politik, budaya, sosial dan ekonomi di Korea Selatan dan Asia Timur. Dia juga pusat bisnis, keuangan, perusahaan multinasional, dan organisasi global. Sampai sekarang, dia dianggap sebagai sinar dari ekonomi Asia Timur, simbol dari keajaiban ekonomi Korea. 

Dengan 10 juta penduduk terdaftar yang hidup dalam area sebesar 605.21 km², Seoul merupakan salah satu kota terpadat di dunia. Kepadatannya telah membuatnya menjadi salah satu kota digital-kabel di dunia. Kota ini juga memiliki kendaraan terdaftar lebih dari 1 juta kendaraan yang menyebabkan kemacetan sampai lewat tengah malam. Bagian Seoul besar dan daerah komuter, termasuk dermaga kota Incheon dan daerah tempat tinggal Seongnam, adalah salah satu daerah terpadat di dunia.

Seoul, South Korea

Seoul, South Korea merupakan salah satu kota di seluruh dunia yang terkenal dengan budaya nya yang semarak, orang-orang yang ramah, pesta larut malam, dan kimchi pedas. Pokoknya kota ini paling cocok buat anak muda apa lagi untuk cewek jalan-jalan sendirian menikmati serunya usia mereka. selain itu, yang membuat saya tertarik untuk pergi ke Seoul adalah bahasanya, pakaian nya, penggabungan budaya modern dan pedesaan, dan drama Korea Selatan fantastis yang di filmkan. Bagi yang suka traveling pasti sudah tahu kalau Seoul, Korea Selatan, adalah kota yang tidak boleh dilewatkan. Banyak sekali tempat-tempat yang wajib dikunjungi ketika berlibur ke Seoul, South Korea.

Korea Selatan memiliki empat musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin yang perlu diketahui para wisatawan. Bagi yang ingin berkunjung ke Korea Selatan atau berwisata disana, harus juga belajar mengenal perbedaan musim yang ada. Hal itu agar dapat mempersiapkan segalanya, mulai dari pakaian yang pas dan kondisi. Terutama hal pakaian disesuaikan dengan setiap musim dan suhu. 

Silahkan klik 👇 di bawah untuk melihat lebih lengkapnya :

1. https://www.visitkorea.or.id/tagging/musim-semi

2. https://www.visitkorea.or.id/tagging/musim-dingin

3. https://www.visitkorea.or.id/tagging/musim-gugur

4. https://www.visitkorea.or.id/tagging/musim-panas  


Tempat Wisata yang Wajib dikunjungi saat Berlibur ke Seoul :

  • Namsan Tower

Namsan atau resminya bernama Menara Seoul YTN dan biasanya disebut Menara Namsan atau Menara Seoul, adalah sebuah menara observasi dan komunikasi yang terletak di Gunung Namsan di Seoul, Korea Selatan. Menara setinggi 236 meter (774 ft) ini merupakan titik tertinggi kedua di Seoul. Dibangun pada tahun 1971, Menara Seoul N adalah menara gelombang radio umum pertama di Korea Selatan yang dibangun untuk mengakomodasi penyiaran TV dan radio di Seoul. Sekarang, menara ini menyiarkan sinyal dari sejumlah media massa Korea, seperti KBS, MBC, dan SBS. 

Dibangun mulai tahun 1969 dengan biaya sekitar US$2,5 juta, menara ini resmi dibuka untuk umum pada tahun 1980. Menara yang selesai dibangun pada tanggal 3 Desember 1971 ini dirancang oleh arsitek di Jangjongryul, namun pada saat itu interiornya tidak ikut dibangun. Baru pada bulan Agustus 1975, lantai tiga untuk dek observasi, museum, aula terbuka, toko oleh-oleh mulai dibuka. Fasilitas lain lalu terus ditambah hingga tanggal 15 Oktober 1980. Sejak saat itu, menara inipun menjadi salah satu ikon Seoul. Elevasi menara ini bervariasi dari 236,7 m (777 ft) di dasar hingga 479,7 m (1574 ft) di atas permukaan laut. Menara Seoul diubah namanya menjadi Menara Seoul N pada tahun 2005, dengan "N" merupakan singkatan dari 'new', 'Namsan', dan 'nature.' Sekitar 15 milyar KRW pun dihabiskan untuk merenovasi dan mengubah model dari menara ini.

  • Nami Island

Nami Island sendiri memperoleh namanya yang diambil dari nama salah satu pahlawan Korea Selatan, yaitu Jenderal Nami. Makam sang jederal juga berada di pulau ini. Namun nama pulau ini menjadi semakin populer sebagai objek wisata setelah digunakan untuk shooting serial drama “Winter Sonata” yang dibintangi Bae Yong-jun dan Choi Ji-woo. Saya masih ingat sekali waktu “Winter Sonata” mulai merambah Asia, termasuk Indonesia, teman-teman perempuan saya yang menyukai artis Korea begitu tergila-gilanya dengan Bae Yong-jun. Sejak drama yang diproduksi pada tahun 2002 ini meledak, begitupun pengunjung yang dating ke Nami Island.

Memang Nami Island sangat lekat dengan image “Winter Sonata”, di seputar pulau ini berbagai lokasi yang pernah digunakan untuk shooting akan diberikan tanda khusus dan keterangan mengenai adegan dalam serial yang diabadikan di tempat tersebut, termasuk patung dari pemeran utamanya. Selain memorabilia seputar “Winter Sonata”, pulau ini memang cukup menarik untuk dikunjungi. Bagaikan negara sendiri, pada saat kita memasuki pulau, di bagian depan juga ada sebuah bangunan kecil yang merupakan sebuah bank, dimana kita bisa menukarkan Won dengan mata uang negara Naminara ini. Juga sebuah papan besar yang berisi sambutan “Welcome To Naminara Republic”. Di kiri-kanan jalan terdapat berbagai papan ucapan selamat datang, termasuk yang dari Indonesia. Naminara benar-benar sebuah negara kecil yang menjunjung persahabatan dengan semua negara-negara di dunia.

  • Petite France 

Ada yang unik lho dari Korea Selatan. Ketika kamu melakukan perjalanan ke Cheongpyeong Dam dan dari sana melakukan perjalanan 10 km di sepanjang jalan danau ke arah Pulau Namiseon, kamu akan menemukan beberapa bangunan eksotis berwarna putih di lereng bukit sebelah kiri. Jika dilihat dari penampilan luar, kelihatannya akan seperti desa di Pantai Mediterania atau seperti daerah pastoral di Piedmont Alps. Inilah Petite France, sebuah desa budaya yang ada di daerah pedesaan Korea.

Petite France didirikan sebagai desa budaya dan juga menjadi fasilitas pelatihan untuk kaum muda (Goseong Youth Training Center), dan ada juga 16 bangunan bergaya Prancis, tempat para turis dapat beristirahat dan menikmati makanan khas Prancis, serta melihat-lihat busana tradisional dan kehidupan rumah di Prancis. Di Petite France ini ada ruang di mana anak-anak dapat mengembangkan mimpi dan negeri dongeng dengan imajinasi mereka dan mengingatkan orang dewasa dengan anak-anak tentang kepolosan masa kecil.

  • Dongdaemun Market

Berbagai perusahaan seperti Doosen Tower, Migliore, APM mulai menjamah Dongdaemun dan menjalankan bisnis garmen. Maka tak heran jika Dongdaemun Market mendapat julukan “Distrik Fashion“. Hasilnya pun, terdapat lebih dari 20 mall yang berdiri dikawan ini dan lebih dari 50.000 penjual yang menjual berbagai macam produk. Berbagai macam pilihan fashion bisa ditemukan disini. Fashion terbaru barengan dengan tenun terbarunya juga sering diluncurkan di pasar ini. Jadi, juga bisa dibilang fashion kelas dunia ada disini. Pasar ini juga menjadi rumah bagi suplier-suplier pakaian terbesar di Korea, dan juga memberi inspirasi bagi para desainer untuk mengasah dan menguji kemampuan mereka di pasar ini.

Sebagian orang pasti sudah tak asing lagi dengan Dongdaemun Market, pasar yang sering muncul di drama Korea, salah satunya fasion’s 70s. Dan kali ini kita akan mengenal lebih dalam tentang Dongdaemun Market. Dongdaemun Market disingkat menjadi DDM dna juga sering disebut juga Tongdaemun atau Dongdaemun Sijang. Dongdaemun Market adalah pusat perbelanjaan yang besar yang terdiri dari pasar tradisional juga modern dan terletak di distrik Dongdaemun, Seoul, Korea Selatan. Sejak tahun 2002, tempat belanja dan wisata yang populer ini ditetapkan sebagai “Zona Wisata Khusus“. Lokasi pasar ini dekat dengan Gerbang Besar Timur (Dongdaemun). Yang sudah lama dikenal sebagai pasar grosir dan eceran, terutama untuk produk garmen.

  • Gyeongbok Palace 

Pada tahun 1911, pemerintahan Jepang yang sedang menjajah Korea menghancurkan semua bangunannya kecuali 10 bangunan utama, dan membangun Bangunan Pemerintahan Utama Jepang untuk gubernur jenderal Korea di depan Ruangan Tahta. Bangunan utama dari Istana Gyeongbok termasuk Geunjeongjeon, Ruangan Tahta Raja (yang merupakan harta nasional Korea Selatan nomor 223) dan Paviliun Gyeonghoeru (harta nasional nomor 224) yang memiliki kolam bunga teratai dan 48 buah tiang tonggak granit.

Istana Gyeongbok saat ini dibuka untuk umum dan Museum Nasional Rakyat Korea (National Folk Museum of Korea) berdiri di dalamnya. Banyak rakyat Korea yang berharap pemerintahnya dapat mengembalikan bentuk asli istana. Berkat kerja keras arkeolog, 330 bangunan berhasil dibangun kembali. Saat ini gerbang masuk istana (Gwanghwamun) sedang direnovasi untuk dibuat kembali seperti pada asalnya dan diperkirakan selesai tahun 2009. Istana Gyeongbok aslinya didirikan tahun 1394 oleh Jeong do jeon, seorang arsitek. Istana ini hancur pada saat invasi Jepang ke Korea tahun 1592-1598 dan dibangun lagi selama tahun 1860-an dengan 330 buah komplek bangunan dengan 5.792 kamar.

Berdiri di wilayah seluas 410.000 meter persegi, Istana Gyeongbok adalah simbol keagungan kerajaan dan rakyat Korea. Setelah pembunuhan Maharani Myeongseong oleh mata-mata Jepang pada tahun 1895, Raja Gojong meninggalkan istana ini bersama anggota keluarganya yang lain dan tidak akan pernah kembali. Istana Gyeongbok adalah sebuah istana yang terletak di sebelah utara kota Seoul (Gangbuk), Korea Selatan. Istana ini termasuk dari lima istana besar dan merupakan yang terbesar yang dibangun oleh Dinasti Joseon.

  • Pulau Jeju

Pulau Jeju adalah pulau terbesar di Korea Selatan dan terletak di sebelah selatan Semenanjung Korea. Sejauh mata memandang, pulau ini akan menyajikan spektrum alam dalam warna biru dan hijau. Memiliki panorama yang indah nan menakjubkan, tak heran jika Pulau Jeju menjadi salah satu tujuan wisata banyak orang. Selain indah, pulau ini juga memiliki beberapa fakta menarik yang sayang dilewatkan. 

  • Everland 

Everland adalah taman hiburan terbesar di Korea Selatan. Berlokasi di kompleks Everland Resort di Yongin, Gyeonggi-do, taman ini menerima 5,85 juta pengunjung tiap tahun dan menempati peringkat ke-19 di antara taman hiburan lain di dunia, dalam hal jumlah pengunjung pada tahun 2018. Selain atraksi utamanya, Everland juga dilengkapi dengan kebun binatang dan taman air yang diberi nama Caribbean Bay. Everland dioperasikan oleh Samsung C&T Corporation (sebelumnya bernama Samsung Everland, Cheil Industries), yang merupakan salah satu anggota dari Samsung Group. Taman ini dulu disebut "Jayeon Nongwon", yang berarti "peternakan alam." Namanya dulu dalam Bahasa Inggris adalah "Farmland."

 

Makanan Khas Korea :

Setelah puas mengunjungi tempat menarik, pastikan untuk mencicipi aneka kuliner kha Korea Selatan yang menggoda selera. Adapun sejumlah rekomendasi kuliner yang dapat dicoba, antara lain sebagai berikut :

  • Kimchi

Kimchi merupakan makanan khas Korea Selatan berbahan dasar sayuran yang telah difermentasi. Makanan ini mirip dengan asinan, tetapi rasanya sedikit asam dan menyegarkan. Selain terbuat dari sawi putih, kimchi pun dapat dibuat dari lobak dan mentimun. Biasanya, kimchi dikonsumsi bersama dengan nasi putih, ramyeon, nasi goreng, gimbap, tteokbokki, dan bibimbap.

  • Kimbap 

           Kimbap sangat mirip dengan makanan Jepang, sushi. Isiannya pun dapat disesuaikan dengan selera. Di Korea Selatan, makanan ini dapat ditemukan di minimarket dengan harga terjangkau.

  • Bibimbap

            Bibimbap merupakan nasi campur khas Korea Selatan yang memiliki rasa lezat. Isiannya berupa sayuran, seperti taoge, wortel, mentimun, daging cincang, dan telur mentah atau setengah matang.

  • Bulgogi

            Kuliner ini terbuat dari bahan dasar daging sapi yang diiris tipis kemudian diberi bumbu dan dipanggang hingga matang. Biasanya bulgogi dimakan dengan cara dibungkus daun selada. Konon, cara ini membuat bulgogi terasa lebih nikmat.

  • Ramyeon

             Ramyoen merupakan mie instan yang mirip dengan ramen Jepang. Rasanya lezat dan terdapat sejumlah varian rasa. Untuk menikmati seporsi ramyoen, Anda dapat membelinya di minimarket dengan harga murah. Jika Anda ingin rasa ramyoen lebih lezat, tambahkan sedikit kimchi.

  • Tteokbokki 

      Tteokbokki adalah makanan Korea berupa tteok dari tepung beras yang dimasak dalam bumbu gochujang yang pedas dan manis. Tteok (tepung beras) yang dipakai berbentuk batang yang memanjang. Makanan ini juga termasuk dalam makanan internasional. Rempah-rempah yang di gunakan dari masakan ini bisa dibilang akan sedikit familiar di lidah orang-orang.

            Pada awalnya, penganan ini berasal dari masakan istana Dinasti Joseon yang disebut gungjung tteokbokki. Pada waktu itu, masakan ini berupa huintteok yang dimasak dengan kecap asin bersama daging sapi, bagogari, kecambah kacang hijau, peterseli, shiitake, wortel, dan bawang bombay. Rasanya jauh berbeda dari tteokbokki berbumbu cabai yang dikenal sekarang. Selain itu, tteok yang dipakai bisa terdiri dari 5 warna yang melambangkan Korea: merah, kuning, putih, hitam, dan biru.



Postingan Lebih Baru Beranda

ABOUT ME

Annyeong chingu!👋
Assalamualaikum... Perkenalkan saya Rahma Kamila kelahiran Jakarta, 24 Oktober 2000. Aku lahir di keluarga biasanya, seperti keluarga pada umumnya. Keluarga yang cukup hangat dan menyenangkan. Saya anak kedua dari dua bersaudara, saya memiliki seorang kakak perempuan yang berjarak 6th. Saat ini, saya tengah menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta atau yang lebih dikenal UIN. Dan saat ini saya memasuki semester 5 Jurusan Ilmu Perpustakaan. Blog ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Digital Marketing dan semoga bisa menginspirasi orang lain yang ingin melakukan perjalanan atau berlibur ke Negeri Gingseng, Korea.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta

Categories

  • E-Journal1
  • Korea1
  • Library Science3
  • My Experience While Blogging1
  • OOTD dan Fashion Ala Korea1
  • Online Shop1

Perpustakaan Nasional RI

Perpustakaan ITB - Orientasi Perpustakaan di masa pandemi Covid -19

Seputar Korea

  • Fakta Unik Tentang Korea
  • Hal yang perlu diketahui tentang Negara Gingseng
  • KorSel
  • Sejarah Korea Selatan

Seoul, South Korea

Location

Time

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Pengikut

Viewers

Diberdayakan oleh Blogger

Copyright © Luy's Blog. Designed by OddThemes